Test Drive BYD M6 DM: Tempuh 152 Km, Bensin Hanya 2,19 Liter, Seberapa Masuk Akal?

Kategori : Otomotif
Tanggal : 21 July 2026

Test Drive BYD M6 DM: Tempuh 152 Km, Bensin Hanya 2,19 Liter, Seberapa Masuk Akal?
KABAR NUSANTARA – Klaim efisiensi kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sering kali menimbulkan pertanyaan. Apakah benar sebuah mobil dapat menempuh perjalanan lebih dari 150 kilometer dengan konsumsi bensin hanya sekitar dua liter? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sejumlah jurnalis anggota Promedia Group berkesempatan melakukan media test drive BYD M6 DM pada Selasa (14/7) dengan rute Bandung–Padalarang–Purwakarta–Wanayasa–Ciater–Bandung sejauh kurang lebih 152 kilometer. Rute Mewakili Kondisi Berkendara Sehari-hari Pengujian tidak hanya dilakukan di jalan tol, tetapi juga melewati jalan perkotaan, tanjakan, turunan, tikungan, hingga kemacetan di Kota Bandung. Mobil dikendarai dalam mode otomatis, dengan pendingin kabin (AC) tetap menyala pada suhu 18–23 derajat Celsius. Kendaraan juga membawa tiga orang dewasa dengan total bobot sekitar 180–200 kilogram. Menariknya, pengemudi tidak menerapkan teknik eco driving. Pada beberapa kesempatan, pedal akselerator diinjak cukup dalam untuk menyalip atau mengikuti rombongan, sehingga pengujian lebih mencerminkan penggunaan harian dibanding sekadar mengejar angka konsumsi energi terbaik. Kecepatan rata-rata yang tercatat sekitar 31 km/jam, namun angka tersebut dipengaruhi beberapa kali pemberhentian untuk dokumentasi dan pergantian lokasi. Metode Full to Full Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, konsumsi bahan bakar tidak hanya mengacu pada panel instrumen kendaraan. BYD menggunakan metode full to full, yakni mengisi tangki hingga penuh sebelum perjalanan dimulai, kemudian mengisi kembali hingga penuh setelah perjalanan selesai. Hasilnya, untuk menempuh jarak sekitar 152 kilometer, bensin yang digunakan hanya 2,19 liter Pertamax, dengan biaya sekitar Rp35.590. Efisiensi Tidak Bisa Dinilai dari Bensin Saja Sebagai kendaraan plug-in hybrid, BYD M6 DM mengandalkan kombinasi motor listrik dan mesin bensin. Perjalanan dimulai dengan kondisi baterai 100 persen. Saat mencapai kawasan Ciater, kapasitas baterai turun hingga sekitar 20 persen. Dalam perjalanan kembali menuju Bandung, sistem regenerative braking memanfaatkan energi saat deselerasi untuk mengisi ulang baterai sehingga kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 27 persen ketika finis. Selama pengujian, mesin bensin baru bekerja ketika diperlukan, terutama saat kapasitas baterai mulai berkurang atau ketika kendaraan menghadapi tanjakan maupun membutuhkan tenaga tambahan saat akselerasi. Konsumsi Energi Listrik Dengan kapasitas baterai 18,3 kWh, energi listrik yang digunakan selama perjalanan diperkirakan mencapai sekitar 13,36 kWh, atau sekitar 73 persen dari total kapasitas baterai. Jika menggunakan tarif listrik rumah sekitar Rp2.400 per kWh, biaya listrik yang dikonsumsi diperkirakan sekitar Rp32.000. Dengan demikian, total biaya energi untuk perjalanan sejauh 152 kilometer menjadi sekitar: Bensin: Rp35.590 Listrik: ±Rp32.000 Total: sekitar Rp67.600 Artinya, biaya perjalanan berada di kisaran Rp445 per kilometer. Lebih Tepat Menghitung Total Biaya Energi Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa efisiensi kendaraan PHEV tidak bisa diukur hanya dari konsumsi bensin. Pada kendaraan seperti BYD M6 DM, sebagian besar perjalanan dilakukan menggunakan tenaga listrik, sementara mesin bensin bekerja secara otomatis ketika diperlukan. Karena itu, indikator yang lebih relevan adalah total biaya energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perjalanan, bukan sekadar berapa kilometer yang dapat ditempuh dengan satu liter bensin. Dalam pengujian sejauh 152 kilometer tersebut, total biaya energi sekitar Rp67.600, memberikan gambaran bagaimana teknologi Dual Mode (DM) mampu mengoptimalkan penggunaan listrik dan bensin secara bersamaan dalam kondisi berkendara sehari-hari.

← Kembali

Komentar Pembaca


Daftar Komentar

Belum ada komentar.