Harga Pertamax dan Pertamax Green Turun per Agustus 2026, Bahlil: Mengikuti Pergerakan Minyak Dunia
Kategori :
Ekonomi
Tanggal :
04 August 2026
KABAR NUSANTARA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026. Dalam penyesuaian terbaru ini, harga Pertamax dan Pertamax Green mengalami penurunan, sementara harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan.
Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax kini dijual Rp15.950 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 mengalami penurunan dari Rp17.000 per liter menjadi Rp16.600 per liter.
Selain kedua produk tersebut, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Turbo, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex masih dipertahankan pada harga sebelumnya.
Bahlil: Harga BBM Nonsubsidi Mengikuti Pasar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang wajar karena mengikuti perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional.
Menurutnya, pemerintah sejak awal telah menerapkan mekanisme penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi berdasarkan kondisi pasar global.
"Sejak awal kami sampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi mengikuti harga minyak dunia. Ketika harga minyak turun, maka harga jual juga dapat mengalami penyesuaian. Sebaliknya, jika harga minyak naik, harga BBM nonsubsidi juga berpotensi meningkat," ujar Bahlil.
Meski demikian, Bahlil mengaku belum dapat memastikan apakah penurunan harga ini akan berlangsung dalam jangka panjang. Ia menilai kondisi tersebut masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi harga minyak dunia.
BBM Subsidi Dipastikan Tetap Aman
Di tengah fluktuasi harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.
Bahlil menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah tetap menjaga stabilitas harga Pertalite dan Biosolar yang menjadi konsumsi utama masyarakat.
Ia menyebut sekitar 80 persen konsumsi BBM nasional masih berasal dari jenis BBM bersubsidi, sedangkan penggunaan BBM nonsubsidi hanya sekitar 20 persen, yang umumnya digunakan oleh masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.
Pertamina Jelaskan Alasan Penyesuaian Harga
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhara, mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai ketentuan pemerintah dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.
Beberapa faktor yang menjadi dasar penyesuaian antara lain perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kondisi daya beli masyarakat.
Menurut Pertamina, kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara kondisi pasar energi global dan kebutuhan masyarakat terhadap BBM berkualitas.
Daftar Harga BBM yang Mengalami Penyesuaian
Mulai 1 Agustus 2026, beberapa harga BBM mengalami perubahan sebagai berikut:
Pertamax: dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter.
Pertamax Green 95: dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Pertamax Turbo: mengalami penurunan harga sesuai ketetapan terbaru Pertamina.
Dexlite: tetap.
Pertamina Dex: tetap.
Pertalite: tetap (subsidi).
Biosolar: tetap (subsidi).
Penyesuaian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengguna BBM nonsubsidi, sekaligus tetap menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah perubahan kondisi pasar minyak dunia.