Saham Bank Besar Menguat di Akhir Pekan, Investor Asing Mulai Kembali Masuk

Kategori : Ekonomi
Tanggal : 18 July 2026

Saham Bank Besar Menguat di Akhir Pekan, Investor Asing Mulai Kembali Masuk
JAKARTA — Pergerakan saham sektor perbankan mencatatkan hasil positif pada penutupan perdagangan pekan ini. Sejumlah bank dengan kapitalisasi pasar besar berhasil mengakhiri perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan kenaikan setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan. Kinerja paling kuat datang dari saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 3,94% ke level Rp4.480 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat kenaikan 4,13% dan ditutup pada posisi Rp1.260 per saham. Penguatan juga terjadi pada saham bank jumbo lainnya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meningkat 4,02% menjadi Rp6.475 per saham. Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 3,85% ke Rp2.970 per saham, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,29% menjadi Rp3.580 per saham. Meski berhasil mencatat penguatan di akhir pekan, perjalanan saham perbankan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pada pertengahan pekan, sejumlah saham bank besar sempat mengalami koreksi akibat aksi ambil untung yang dilakukan sebagian investor. Saat perdagangan Selasa (14/7/2026), saham BBCA melemah 1,61%, BBRI turun 2,44%, dan BMRI terkoreksi 2,12%. Namun tekanan tersebut tidak berlangsung lama karena minat beli kembali muncul menjelang akhir pekan. Analis Senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan penguatan saham sektor perbankan lebih banyak dipengaruhi oleh membaiknya sentimen pasar serta meningkatnya arus dana investor. Menurutnya, aktivitas pembelian bersih oleh investor asing menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk sektor perbankan. Selain faktor domestik, kondisi pasar global juga memberikan sentimen positif. Pelaku pasar melihat peluang kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang lebih stabil setelah sejumlah indikator ekonomi Negeri Paman Sam memberikan sinyal positif. Perbaikan sentimen global tersebut membuat investor kembali melirik aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang seperti Indonesia. Dari sisi fundamental, sektor perbankan masih menjadi salah satu sektor yang menarik bagi investor. Kondisi keuangan yang relatif kuat, pertumbuhan kredit yang tetap berjalan, serta valuasi saham yang dinilai menarik menjadi faktor pendukung penguatan saham bank. Dengan demikian, kenaikan saham perbankan pada akhir pekan ini lebih mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar dibandingkan adanya satu sentimen khusus dari masing-masing perusahaan.

← Kembali

Komentar Pembaca


Daftar Komentar

Belum ada komentar.