Rupiah Melemah Lima Hari Beruntun, Ditutup di Rp18.083 per Dolar AS
Kategori :
Ekonomi
Tanggal :
29 July 2026
JAKARTA, Kabar Nusantara – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif rupiah menjadi lima hari perdagangan berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik maupun global.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah ditutup di level Rp18.083 per dolar AS, melemah sekitar 0,41% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya yang berada di Rp18.009 per dolar AS.
Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh sentimen domestik, terutama terkait pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Kondisi tersebut memunculkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Ariston, pelaku pasar kini menaruh perhatian besar terhadap sosok yang akan menggantikan posisi Gubernur Bank Indonesia. Investor berharap pengganti Perry Warjiyo tetap mampu menjaga independensi bank sentral sehingga kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia tidak terganggu.
Selain faktor dalam negeri, rupiah juga masih menghadapi tekanan dari berbagai sentimen global. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed), hingga kondisi fiskal domestik menjadi faktor yang membuat investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman.
Situasi tersebut menyebabkan permintaan terhadap dolar AS tetap tinggi, sementara mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan.
Untuk perdagangan Rabu (29/7/2026), perhatian pasar diperkirakan masih akan tertuju pada perkembangan proses pergantian Gubernur Bank Indonesia. Selain itu, investor juga menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang dinilai akan menjadi indikator penting bagi arah perekonomian nasional.
Apabila pertumbuhan ekonomi menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya, hal tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai stabilitas nilai tukar akan sangat bergantung pada langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga kepercayaan investor. Kebijakan yang konsisten serta komunikasi yang jelas dinilai menjadi faktor penting untuk meredam gejolak di pasar keuangan.
Ariston memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu akan berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar Amerika Serikat, dengan volatilitas yang masih cukup tinggi seiring perkembangan sentimen domestik maupun global.