Mobil Matik Terasa Lelet Saat Digas, Kenali Penyebabnya Sebelum Kerusakan Semakin Parah

Kategori : Otomotif
Tanggal : 01 August 2026

Mobil Matik Terasa Lelet Saat Digas, Kenali Penyebabnya Sebelum Kerusakan Semakin Parah
KABAR NUSANTARA – Mobil bertransmisi otomatis atau matik yang terasa lelet saat pedal gas diinjak sering kali membuat pengemudi khawatir. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada komponen penting kendaraan. Menurut para teknisi, penyebab mobil matik kehilangan respons umumnya berasal dari dua sumber utama, yakni masalah pada mesin atau sistem transmisi otomatis. Iwan, pemilik bengkel Iwan Motor Honda Auto Clinic di Solo, menjelaskan bahwa dalam banyak kasus, penurunan performa justru lebih sering dipicu oleh gangguan pada mesin dibandingkan transmisi. "Biasanya yang lebih dulu bermasalah adalah mesin. Mulai dari filter udara yang kotor, busi dan koil yang sudah aus, penggunaan bahan bakar berkualitas rendah, sensor mesin yang tidak bekerja normal, hingga catalytic converter yang tersumbat," jelas Iwan. Jika salah satu komponen tersebut mengalami gangguan, proses pembakaran di dalam mesin menjadi tidak optimal. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan berkurang sehingga mobil terasa berat saat berakselerasi, meski pedal gas sudah diinjak lebih dalam. Namun, apabila kondisi mesin dipastikan masih prima tetapi mobil tetap terasa lambat merespons, maka pemeriksaan perlu difokuskan pada sistem transmisi otomatis. Menurut Iwan, beberapa penyebab umum berasal dari oli transmisi yang sudah kotor atau volumenya berkurang akibat kebocoran. Selain itu, filter oli transmisi yang tersumbat juga dapat menghambat sirkulasi pelumas sehingga perpindahan gigi menjadi tidak maksimal. Pada mobil bertransmisi CVT, komponen seperti belt CVT yang mulai aus juga dapat menyebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan secara optimal ke roda. Sementara pada transmisi otomatis konvensional, kampas kopling yang mulai aus dapat memicu gejala serupa. Tak hanya itu, kerusakan pada solenoid transmisi, gangguan sistem kelistrikan, hingga Transmission Control Module (TCM) yang mengalami malfungsi juga dapat membuat perpindahan gigi menjadi terlambat dan akselerasi terasa lamban. Tanda-Tanda Transmisi Mulai Bermasalah Pengemudi sebaiknya segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan beberapa gejala berikut: Mobil terasa berat saat berakselerasi. Perpindahan gigi terasa kasar atau tersendat. Putaran mesin tinggi, tetapi kecepatan kendaraan tidak bertambah signifikan. Muncul hentakan saat tuas dipindahkan ke posisi D atau R. Lampu indikator transmisi atau check engine menyala. Terdengar suara dengung atau getaran tidak wajar dari area transmisi. Apabila gejala tersebut diabaikan, kerusakan dapat menjalar ke komponen lain sehingga biaya perbaikannya menjadi jauh lebih mahal. Perawatan Rutin Jadi Kunci Agar performa mobil matik tetap optimal, pemilik kendaraan disarankan melakukan perawatan secara berkala. Penggantian oli transmisi sesuai jadwal pabrikan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga umur komponen transmisi. Selain itu, filter udara, busi, koil, serta sistem injeksi bahan bakar juga perlu diperiksa secara rutin agar proses pembakaran tetap maksimal. Penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan menghindari kebiasaan mengemudi secara agresif juga dapat membantu memperpanjang usia mesin maupun transmisi. Iwan menegaskan bahwa pemeriksaan sejak dini jauh lebih menguntungkan dibandingkan menunggu kerusakan menjadi parah. "Perawatan rutin menjadi kunci utama. Selain itu, cara mengemudi yang benar juga sangat berpengaruh terhadap usia pakai mesin dan transmisi," ujarnya. Dengan melakukan servis berkala dan segera memeriksa kendaraan saat muncul gejala tidak normal, pemilik mobil matik dapat menghindari risiko kerusakan besar sekaligus menjaga performa kendaraan tetap responsif dan nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

← Kembali

Komentar Pembaca


Daftar Komentar

Belum ada komentar.