Honda CB400 Super Four Kembali dengan Mesin 4 Silinder dan Teknologi Modern
Kategori :
Teknologi
Tanggal :
18 July 2026
Honda kembali membangkitkan salah satu nama legendaris di dunia sepeda motor. Setelah lebih dari tiga dekade sejak pertama kali diperkenalkan pada 1992, Honda resmi menghadirkan All-New Honda CB400 Super Four E-Clutch Concept dengan membawa perpaduan antara karakter klasik dan teknologi masa kini.
Kehadiran generasi terbaru CB400 Super Four bukan hanya sekadar nostalgia bagi penggemar motor empat silinder, tetapi juga menjadi langkah besar Honda dalam memperbarui motor naked bike ikonik tersebut.
Salah satu perubahan terbesar terdapat pada sektor mesin. Honda tidak lagi menggunakan teknologi Hyper VTEC yang selama ini menjadi ciri khas CB400 Super Four. Sebagai gantinya, motor ini mendapatkan mesin baru berkapasitas 399 cc dengan konfigurasi empat silinder segaris (inline-four), DOHC, serta sistem pendinginan cairan.
Mesin tersebut sudah dilengkapi teknologi throttle-by-wire yang membuat respons gas lebih presisi. Berdasarkan spesifikasi yang diumumkan, mesin baru ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sekitar 58 dk pada 11.000 rpm dengan torsi puncak 38 Nm pada 9.750 rpm.
Meski karakter Hyper VTEC tidak lagi digunakan, Honda tetap mempertahankan sensasi khas mesin empat silinder melalui tenaga yang halus, putaran mesin tinggi, serta suara khas yang menjadi daya tarik utama CB400.
Dibekali Teknologi Honda E-Clutch
Perubahan paling menarik pada CB400 Super Four terbaru adalah penggunaan teknologi Honda E-Clutch. Sistem ini memungkinkan pengendara melakukan perpindahan gigi tanpa harus menarik tuas kopling secara manual.
Teknologi tersebut membuat motor lebih mudah dikendarai, terutama saat menghadapi kemacetan atau perjalanan jarak jauh. Namun Honda tetap mempertahankan tuas kopling konvensional, sehingga pengendara masih dapat menikmati sensasi perpindahan gigi secara manual.
Desain Klasik dengan Sentuhan Modern
Dari sisi tampilan, Honda tetap menjaga identitas CB400 Super Four sebagai motor bergaya klasik. Lampu depan berbentuk bulat, desain tangki yang berotot, serta karakter naked bike tetap dipertahankan.
Namun sejumlah elemen mengalami pembaruan, seperti penggunaan lampu LED proyektor, lampu belakang LED, serta pilihan warna baru yang lebih modern.
Salah satu warna yang menarik perhatian adalah Digital Silver Metallic dengan kombinasi aksen biru yang mengingatkan penggemar Honda pada warna balap legendaris yang sering disebut sebagai Spencer Color.
Kaki-Kaki Lebih Modern
Honda juga melakukan peningkatan besar pada sektor rangka dan suspensi. CB400 Super Four terbaru kini menggunakan suspensi depan upside-down (USD) dari KYB serta sistem pengereman dengan kaliper radial Nissin.
Bagian belakang juga mengalami perubahan dengan penggunaan lengan ayun aluminium dan suspensi monoshock dengan sistem linkage. Konfigurasi ini menggantikan model dual shock yang selama ini menjadi ciri khas CB400 Super Four generasi sebelumnya.
Perubahan tersebut memang membuat karakter motor sedikit berbeda, tetapi Honda menyebut pembaruan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan, stabilitas, dan kemampuan motor untuk penggunaan harian maupun touring.
Fitur Digital Semakin Lengkap
Area kokpit kini jauh lebih modern dengan hadirnya panel instrumen TFT berwarna berukuran 5 inci. Layar tersebut sudah mendukung konektivitas Honda RoadSync yang memungkinkan pengendara menggunakan fitur navigasi, menerima panggilan, hingga mengontrol musik melalui smartphone.
Selain itu, motor ini juga dilengkapi berbagai fitur pendukung seperti lima mode berkendara, kontrol traksi, tangki bahan bakar 15 liter, tinggi jok 780 mm, serta bobot sekitar 187 kg.
Dengan kombinasi desain klasik, mesin empat silinder, dan teknologi terbaru, Honda CB400 Super Four generasi baru mencoba menjembatani dua dunia: karakter motor legendaris masa lalu dengan kebutuhan pengendara modern.
Honda berencana mulai memasarkan CB400 Super Four E-Clutch di Jepang pada 21 Agustus 2026 dengan harga sekitar 998.800 yen. Jika dikonversikan, nilainya berada di kisaran Rp110 jutaan tergantung nilai tukar mata uang.