Harga Emas Masih Dibayangi Sentimen Bearish, Analis Prediksi Tekanan Berlanjut
Kategori :
Ekonomi
Tanggal :
29 July 2026
JAKARTA, Kabar Nusantara – Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih akan berada dalam tekanan pada perdagangan beberapa waktu ke depan. Dominasi sentimen bearish dinilai masih cukup kuat sehingga peluang kenaikan harga emas dalam jangka pendek masih terbatas.
Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, harga emas di pasar spot belum mampu keluar dari tren pelemahan setelah gagal menembus level resistance penting. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi aktivitas perdagangan logam mulia.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa secara teknikal grafik harian (daily) masih menunjukkan pola tren turun yang cukup kuat. Menurutnya, kegagalan emas menembus area resistance di kisaran US$4.089 per ons troi menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual.
"Area tersebut membentuk swing high baru yang memperkuat peluang berlanjutnya tren bearish dalam jangka pendek hingga menengah," jelas Geraldo dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Jika tekanan jual terus berlanjut, harga emas diperkirakan berpotensi bergerak menuju area support kuat di sekitar US$3.978 per ons troi. Level tersebut dipandang sebagai titik penting yang akan menjadi perhatian investor dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.
Dari sisi fundamental, pelemahan harga emas masih dipengaruhi oleh menguatnya dolar Amerika Serikat serta tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield). Kombinasi kedua faktor tersebut membuat sebagian investor lebih tertarik menempatkan dana pada aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.
Selain itu, pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, mulai dari data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, hingga pernyataan terbaru para pejabat Federal Reserve (The Fed). Hasil dari berbagai indikator tersebut diyakini akan memberikan arah baru bagi pergerakan pasar keuangan global, termasuk harga emas.
Meski demikian, faktor geopolitik masih menjadi variabel yang dapat mengubah arah pasar sewaktu-waktu. Apabila ketegangan global kembali meningkat, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas berpotensi meningkat sehingga dapat membatasi pelemahan harga.
Sejumlah analis juga mengingatkan bahwa potensi rebound teknikal tetap terbuka apabila indikator mulai memasuki area oversold. Namun, investor disarankan tidak terburu-buru mengambil posisi beli sebelum muncul konfirmasi penguatan yang lebih meyakinkan.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan bank sentral sebagai faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek maupun menengah.