Apa Itu Barang Giffen, Fenomena Langka Saat Harga Naik Justru Permintaannya Meningkat

Kategori : Ekonomi
Tanggal : 31 July 2026

Apa Itu Barang Giffen, Fenomena Langka Saat Harga Naik Justru Permintaannya Meningkat
KABAR NUSANTARA – Dalam hukum ekonomi, kenaikan harga suatu barang biasanya akan diikuti oleh penurunan permintaan. Namun, terdapat pengecualian yang dikenal sebagai barang Giffen, yaitu jenis barang yang justru mengalami peningkatan permintaan ketika harganya naik. Fenomena ini tergolong langka dan menjadi salah satu konsep menarik dalam ilmu ekonomi. Barang Giffen umumnya merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat berpendapatan rendah dengan pilihan barang pengganti yang sangat terbatas. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan barang Giffen? Berikut penjelasannya. Apa Itu Barang Giffen? Barang Giffen adalah barang kebutuhan pokok yang permintaannya meningkat ketika harganya naik. Istilah ini berasal dari nama ekonom asal Inggris, Sir Robert Giffen, yang pertama kali mengamati fenomena tersebut. Berbeda dengan hukum permintaan pada umumnya yang memiliki kurva menurun, barang Giffen memiliki kurva permintaan yang menanjak, artinya semakin tinggi harga, semakin besar pula permintaannya dalam kondisi tertentu. Fenomena ini biasanya hanya terjadi pada barang kebutuhan dasar seperti beras, roti, atau bahan pangan pokok lainnya yang menjadi konsumsi utama masyarakat berpenghasilan rendah. Mengapa Barang Giffen Bisa Terjadi? Secara teori, kenaikan harga akan mendorong konsumen beralih ke barang lain yang lebih murah (efek substitusi). Namun, pada barang Giffen kondisi tersebut tidak berjalan seperti biasa. Hal ini terjadi karena: Barang merupakan kebutuhan pokok yang sulit digantikan. Konsumen memiliki pendapatan terbatas. Kenaikan harga membuat daya beli terhadap barang lain yang lebih mahal semakin menurun. Akibatnya, masyarakat justru mengalokasikan lebih banyak pengeluaran untuk membeli barang kebutuhan pokok tersebut dan mengurangi konsumsi barang lain yang dianggap lebih mahal. Dalam kondisi ini, efek pendapatan menjadi lebih besar dibandingkan efek substitusi, sehingga permintaan terhadap barang Giffen justru meningkat. Fenomena yang Sangat Jarang Terjadi Para ekonom menilai barang Giffen merupakan fenomena yang sangat langka karena hanya muncul ketika beberapa syarat ekonomi terpenuhi secara bersamaan. Beberapa faktor yang memengaruhi munculnya barang Giffen antara lain: Pendapatan masyarakat yang rendah. Barang merupakan kebutuhan pokok. Tidak tersedia barang pengganti yang setara. Porsi pengeluaran untuk barang tersebut sangat besar dalam anggaran rumah tangga. Jika salah satu kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka hukum permintaan normal akan kembali berlaku. Penelitian Barang Giffen di China Salah satu penelitian paling terkenal mengenai barang Giffen dilakukan pada 2007 oleh ekonom Harvard, Robert Jensen dan Nolan Miller, di China. Penelitian dilakukan terhadap rumah tangga di Provinsi Hunan yang menjadikan beras sebagai makanan pokok, serta Provinsi Gansu yang mengandalkan gandum. Dalam penelitian tersebut, sebagian rumah tangga menerima subsidi berupa kupon pembelian bahan pangan. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika harga beras turun akibat subsidi, konsumsi beras justru ikut menurun. Sebaliknya, setelah subsidi dihentikan dan harga kembali naik, permintaan terhadap beras meningkat. Temuan tersebut menjadi salah satu bukti empiris paling kuat mengenai keberadaan barang Giffen dalam kehidupan nyata. Contoh Barang Giffen Barang yang sering dijadikan contoh dalam teori ekonomi antara lain: Beras. Roti. Gandum. Kentang (dalam beberapa kajian sejarah). Namun, para ekonom menegaskan bahwa tidak semua beras atau roti otomatis termasuk barang Giffen. Fenomena ini hanya terjadi pada kondisi ekonomi tertentu, terutama ketika dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah yang memiliki pilihan sangat terbatas. Kesimpulan Barang Giffen merupakan salah satu pengecualian dalam hukum permintaan. Pada kondisi tertentu, terutama ketika efek pendapatan lebih dominan daripada efek substitusi, kenaikan harga justru dapat meningkatkan permintaan terhadap barang tersebut. Meski tergolong langka, konsep barang Giffen menjadi bukti bahwa perilaku konsumen tidak selalu mengikuti teori ekonomi secara umum. Faktor pendapatan, kebutuhan pokok, dan keterbatasan pilihan dapat menciptakan pola permintaan yang berbeda dari biasanya.

← Kembali

Komentar Pembaca


Daftar Komentar

Belum ada komentar.